Bupati Edi Pimpin Rakor Penanunggulangan Kemiskinan
Rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar rapat koordinasi
penanggulangan kemiskinan, di ruang serbaguna Kantor Bupati, Selasa
(21/6/2022).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bupati Kukar
Edi Damansyah, didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) H Sunggono, dihadiri
Gugus tugas Kukar Idaman, dan beberapa Kepala OPD Kukar.
Edi Damansyah mengatakan, rakor ini
tujuannya untuk mengevaluasi program penanganan kemiskinan di Kukar. Sebab
angka kemiskinan di Kukar sejauh ini mencapai 7,9 persen, Kukar termasuk urutan
ke 6 dari Kabupaten/Kota di Kaltim terkait kemiskinan.
"Jika program penanganan kemiskinan ini
bagus berjalan dengan baik, tentu persoalan lain juga banyak terselesaikan,
kalau dilihat dari beberapa variabelnya," kata Edi Damansyah.
Pemerintah daerah ingin mensinkronkan data
data dari OPD terkait yakini Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, maupun lainnya,
dengan dunia usaha yang melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP)
"Nanti mereka (perusahaan) langsung
melakukan kegiatan di ring 1, 2 dan 3. Kita juga melakukan intervensi, sehingga
data tersebut tidak tumpang tindih," sebutnya.
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
menjadi rujukan, bahwa variabelnya harus sinkron. Karena penanganan kemiskinan
ini berbasis fakta di lapangan, maka dari itu semua harus kerja bersama.
"Misal ada warga kategori rumah tidak
layak huni, maka akan kita bedah rumahnya, kalau dari sisi pendidikannya tidak
mendukung, dan usianya masih sekolah kita dorong untuk mendapatkan beasiswa,
dan ada juga melalui kejar paket A, B dan C juga dilakukan," ungkapnya.
Dirinya juga menyebutkan, PT MHU juga sudah
melaporkan, bahwa telah melakukan program.kejar paket, penguatan ini merupakan
salah satu dari penanganan kemiskinan.
"Semoga upaya kerja bersama ini bisa
lebih sinergi lagi menjadi kekuatan, sehingga mempunyai daya ungkit yang lebih
besar untuk penanganan kemiskinan," tuturnya.
Sementara itu Rektor Unikarta Prof Ince Raden
menuturkan, S sinkronisasi dan koordinasi lintas perangkat daerah itu penting
dilakukan, sehingga pihak yang disasar benar ada didalam DTKS.
"DTKS perlu diverifikasi, kalau saya
menyarankan penguatannya itu di RT, termasuk program 50 juta per RT bisa
digunakan untuk verifikasi DTKS. Menurut saya ini bisa lebih cepat untuk
memverifikasi kembali DTKS," ujar Ince Raden.(*riz/adv)